Jumat, 08 Juli 2011

Chelsea FC New Home & Away Kit 2011/2012

Berikut ini saya tampilkan seragam kandang dan tandang terbaru Chelsea Football Club untuk musim kompetisi Barclays Premier League 2011/2012..... Come On CHELSEA!! :D


#AWAY JERSEY#









#HOME JERSEY#








And it's super Chelsea. Super Chelsea FC. We're by far the greatest team. The world has ever seen...

Apa itu "Ganyang Malaysia?"

Ini dadaku, mana dadamu?

Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi
Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi
Kalau Malaysia mau konfrontasi politik
Kita hadapi dengan konfrontasi politik
Kalau Malaysia mau konfrontasi militer
Kita hadapi dengan konfrontasi militer

..........

Konfrontasi Indonesia-Malaysia atau yang lebih dikenal sebagai Konfrontasi saja adalah sebuah perang mengenai masa depan pulau Kalimantan, antara Malaysia dan Indonesia pada tahun 1962-1966.

Perang ini berawal dari keinginan Malaysia untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak dengan Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961. Keinginan itu ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap Malaysia sebagai "boneka" Britania.

-Latar belakang

Pada 1961, Kalimantan dibagi menjadi empat administrasi. Kalimantan, sebuah provinsi di Indonesia, terletak di selatan Kalimantan. Di utara adalah Kerajaan Brunei dan dua koloni Inggris; Sarawak dan Britania Borneo Utara, kemudian dinamakan Sabah. Sebagai bagian dari penarikannya dari koloninya di Asia Tenggara, Inggris mencoba menggabungkan koloninya di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya untuk membentuk Malaysia.

Rencana ini ditentang oleh Pemerintahan Indonesia; Presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia. Filipina juga membuat klaim atas Sabah, dengan alasan daerah itu memiliki hubungan sejarah dengan Filipina melalui Kepulauan Sulu.

Di Brunei, Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) memberontak pada 8 Desember 1962. Mereka mencoba menangkap Sultan Brunei, ladang minyak dan sandera orang Eropa. Sultan lolos dan meminta pertolongan Inggris. Dia menerima pasukan Inggris dan Gurkha dari Singapura. Pada 16 Desember, Komando Timur Jauh Inggris (British Far Eastern Command) mengklaim bahwa seluruh pusat pemberontakan utama telah diatasi, dan pada 17 April 1963, pemimpin pemberontakan ditangkap dan pemberontakan berakhir.

Filipina dan Indonesia resminya setuju untuk menerima pembentukan Malaysia apabila mayoritas di daerah yang ribut memilihnya dalam sebuah referendum yang diorganisasi oleh PBB. Tetapi, pada 16 September, sebelum hasil dari pemilihan dilaporkan. Malaysia melihat pembentukan federasi ini sebagai masalah dalam negeri, tanpa tempat untuk turut campur orang luar, tetapi pemimpin Indonesia melihat hal ini sebagai perjanjian yang dilanggar dan sebagai bukti imperialisme Inggris.

-Konfrontasi Indonesia-Malaysia

Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur, ketika para demonstran menyerbu gedung KBRI, merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak.

-Konfrontasi Indonesia-Malaysia

Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan Tunku yang menginjak-injak lambang negara Indonesia[1] dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan sebutan "Ganyang Malaysia" kepada negara Federasi Malaysia yang telah sangat menghina Indonesia dan presiden Indonesia.

-Perang

Pada 20 Januari 1963, Menteri Luar Negeri Indonesia Soebandrio mengumumkan bahwa Indonesia mengambil sikap bermusuhan terhadap Malaysia. Pada 12 April, sukarelawan Indonesia (sepertinya pasukan militer tidak resmi) mulai memasuki Sarawak dan Sabah untuk menyebar propaganda dan melaksanakan penyerangan dan sabotase. Pada 27 Juli, Sukarno mengumumkan bahwa dia akan meng-"ganyang Malaysia". Pada 16 Agustus, pasukan dari Rejimen Askar Melayu DiRaja berhadapan dengan lima puluh gerilyawan Indonesia.
Meskipun Filipina tidak turut serta dalam perang, mereka memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia.

Federasi Malaysia resmi dibentuk pada 16 September 1963. Brunei menolak bergabung dan Singapura keluar di kemudian hari.

Ketegangan berkembang di kedua belah pihak Selat Malaka. Dua hari kemudian para kerusuhan membakar kedutaan Britania di Jakarta. Beberapa ratus perusuh merebut kedutaan Singapura di Jakarta dan juga rumah diplomat Singapura. Di Malaysia, agen Indonesia ditangkap dan massa menyerang kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur.

Di sepanjang perbatasan di Kalimantan, terjadi peperangan perbatasan; pasukan Indonesia dan pasukan tak resminya mencoba menduduki Sarawak dan Sabah, dengan tanpa hasil.

Pada 1964 pasukan Indonesia mulai menyerang wilayah di Semenanjung Malaya. Di bulan Agustus, enam belas agen bersenjata Indonesia ditangkap di Johor. Aktivitas Angkatan Bersenjata Indonesia di perbatasan juga meningkat. Tentera Laut DiRaja Malaysia mengerahkan pasukannya untuk mempertahankan Malaysia. Tentera Malaysia hanya sedikit saja yang diturunkan dan harus bergantung pada pos perbatasan dan pengawasan unit komando. Misi utama mereka adalah untuk mencegah masuknya pasukan Indonesia ke Malaysia. Sebagian besar pihak yang terlibat konflik senjata dengan Indonesia adalah Inggris dan Australia, terutama Special Air Service.

Pada 17 Agustus pasukan terjun payung mendarat di pantai barat daya Johor dan mencoba membentuk pasukan gerilya. Pada 2 September 1964 pasukan terjun payung didaratkan di Labis, Johor. Pada 29 Oktober, 52 tentara mendarat di Pontian di perbatasan Johor-Malaka dan ditangkap oleh pasukan Rejimen Askar Melayu Di Raja.

Ketika PBB menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap. Sukarno menarik Indonesia dari PBB pada tanggal 20 Januari 1965 dan mencoba membentuk Konferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces, Conefo) sebagai alternatif.

Sebagai tandingan Olimpiade, Soekarno bahkan menyelenggarakan GANEFO (Games of the New Emerging Forces) yang diselenggarakan di Senayan, Jakarta pada 10-22 November 1963. Pesta olahraga ini diikuti oleh 2.250 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika Selatan, serta diliput sekitar 500 wartawan asing.

Pada Januari 1965, Australia setuju untuk mengirimkan pasukan ke Kalimantan setelah menerima banyak permintaan dari Malaysia. Pasukan Australia menurunkan 3 Resimen Kerajaan Australia dan Resimen Australian Special Air Service. Ada sekitar empat belas ribu pasukan Inggris dan Persemakmuran di Australia pada saat itu. Secara resmi, pasukan Inggris dan Australia tidak dapat mengikuti penyerang melalu perbatasan Indonesia. Tetapi, unit seperti Special Air Service, baik Inggris maupun Australia, masuk secara rahasia (lihat Operasi Claret). Australia mengakui penerobosan ini pada 1996.
Pada pertengahan 1965, Indonesia mulai menggunakan pasukan resminya. Pada 28 Juni, mereka menyeberangi perbatasan masuk ke timur Pulau Sebatik dekat Tawau, Sabah dan berhadapan dengan Regimen Askar Melayu Di Raja.

-Akhir konfrontasi

Menjelang akhir 1965, Jendral Soeharto memegang kekuasaan di Indonesia setelah berlangsungnya kudeta. Oleh karena konflik domestik ini, keinginan Indonesia untuk meneruskan perang dengan Malaysia menjadi berkurang dan peperangan pun mereda.

Pada 28 Mei 1966 di sebuah konferensi di Bangkok, Kerajaan Malaysia dan pemerintah Indonesia mengumumkan penyelesaian konflik. Kekerasan berakhir bulan Juni, dan perjanjian perdamaian ditanda tangani pada 11 Agustus dan diresmikan dua hari kemudian.

-Akibat

Konfrontasi ini merupakan salah satu penyebab kedekatan Presiden Soekarno dengan PKI, menjelaskan motivasi para tentara yang menggabungkan diri dalam gerakan G30S/Gestok (Gerakan Satu Oktober), dan juga pada akhirnya menyebabkan PKI melakukan penculikan petinggi Angkatan Darat.



Sumber : http:/id.wikipedia.org/wiki/konfrontasi_indonesia-malaysia

Kamis, 30 Juni 2011


Belum Ada Judul...

“Bangunlah Putra-putri Pertiwi” [Album Sarjana Muda, 1980] sebuah lagu dengan lirik yang teramat cerdas… oleh Iwan Fals.

… setelah itu kita berjanji,
tadi pagi, esok hari atau lusa nanti
Garuda bukan burung perkutut,
sang saka bukan sandang pembalut.
Dan coba kau dengarkan,
Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut,
yang hanya berisi harapan,
yang hanya berisi khayalan…

Juga lirik sinis di lagu “Jangan Bicara” [Album Barang Antik 1984], lagu yang ia tulis meluapkan rasa apatis dirinya atas negeri ini…

Jangan bicara soal idealisme.
Mari bicara berapa banyak uang di kantong kita
atau berapa dasyatnya ancaman yang membuat kita terpaksa onani.
Jangan bicara soal nasionalisme.
Mari bicara tentang kita yang lupa warna bendera sendiri
atau tentang kita yang buta,
bisul tumbuh subur di hidung yang memang tak mancung
Jangan bicara soal runtuhnya moral.
Mari bicara tentang harga diri yang tak ada arti,
atau tentang tanggung jawab yang kini dianggap sepi…

Dan yang lebih membuat meringis adalah saat lagu “Tikus-tikus Kantor” [Album Ethiopia 1986] dibawakan…

Kucing-kucing yang kerjanya molor.
Tak ingat tikus kantor datang men-teror.
Cerdik licik tikus bertingkah tengik.
Mungkin karena si kucing pura2 mendelik.
Tikus tau sang kucing lapar.
Kasih roti jalanpun lancar.
Memang sial sang tikus teramat pintar,
atau mungkin si kucing yang kurang ditatar!

Rabu, 09 Februari 2011

Timnas Indonesia tidak menjual pertandingan!

Artikel Bambang Pamungkas Terkait KoruPSSI


“Sangat Memalukan”

Ditulis Oleh: Bepe, waktu: 1 February 2011
Dibawah ini saya lampirkan sebuah surat elektronik, yg dalam beberapa hari terakhir menjadi pembicaraan yg cukup panas di masyarakat luas. Seperti yg kita ketahui bersama, jika ada salahsatu pegawai dirjen pajak, yg menulis surat elektronik kepada presiden RI. Dimana dalam surat tersebut, pegawai tersebut memohon kepada Presiden untuk melakukan penyelidikan, atas dugaan adanya penjualan pertandingan di Final leg pertama, antara Malaysia Vs Indonesia dalam ajang Piala AFF 2010 yg lalu…

From: eli cohen

Subject: Mohon Penyelidikan Skandal Suap saat Piala AFF di Malaysia

Kepada Yth. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia

Di Jakarta

Dengan Hormat, Perkenalkan nama saya Eli Cohen, pegawai pajak dilingkungan kementrian Keuangan Republik Indonesia. Semoga Bapak Presiden dalam keadaan sehat selalu.

Minggu ini saya membaca majalah tempo, yang mengangkat tema khusus soal PSSI. Saya ingin menyampaikan informasi terkait dengan apa yang saya dengar dari salah satu wajib pajak yang saya periksa dan kebetulan adalah pengurus PSSI (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya) . Dari testimony yang disampaikan ternyata sangat mengejutkan yaitu adanya dugaan skandal suap yang terjadi dalam Final Piala AFF yang dilangsungkan di Malaysia.

Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu NH dan ADS

Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah.

Informasi dari kawan saya, saat dikamar ganti dua orang oknum PSSI ini masuk ke ruang ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden “laser” dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat bertanding.

Keuntungan yang diperoleh oleh dua oknum ini dari Bandar judi ini digunakan untuk kepentingan kongres PSSI yang dilangsungkan pada tahun ini. Uang tersebut untuk menyuap peserta kongres agar memilih NH kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada periode berikutnya.

Saya bukan penggemar sepak bola, namun sebagai seorang nasionalis dan cinta tanah air saya sangat marah atas informasi ini. Nasionalisme kita seakan sudah dijual kepada bandar judi untuk kepentingan pribadi oleh oknum PSSI yang tidak bertanggung jawab.

Oleh karenanya saya meminta Bapak Presiden untuk melakukan penyelidikan atas skandal suap yang sangat memalukan ini.

Semoga Tuhan memberkati Negara ini.

Hormat Kami, Eli Cohen Pegawai Pajak

Tembusan:

1. Menteri Olah Raga

2. Ketua KPK

3. Ketua DPR

4. Ketua KONI

————————————————————————————————————————————————–

Dan di bawah ini, adalah tanggapan saya mengenai kabar adanya dugaan penjualan pertandingan, di final leg pertama AFF Cup 2010 tersebut. Saya akan mencoba menceritakan kronologi kejadian, selama 3 hari kami berada di Malaysia. Akan saya beberkan secara gamblang, suasana di dalam tim baik sebelum, saat maupun setelah pertandingan itu sendiri berlangsung…

Maka duduklah dengan baik, ambil posisi senyaman mungkin serta buatlah secangkir teh jika menurut anda itu perlu. Karena saya akan segera memulai cerita mengenai peristiwa tersebut…

Dan inilah cerita selengkapnya…

Palace Of The Golden Horses Hotel, Seri Kembangan, Selangor, Malaysia : 25 Desember 2010..

Pagi itu, angin semilir menerobos masuk melalui jendela kamar saya, yg semalam memang sengaja tidak saya tutup dengan rapat. Jam di handphone saya, menunjukkan pukul 06:30 waktu Malaysia. Seperti biasa, jadwal kami pagi ini adalah sarapan bersama pada pukul jam 07:00, dilanjutkan dengan berangkat ke Stadion Bukit Jalil untuk ujicoba lapangan, pada jam 08:00…

Siang hari menjelang makan siang, Alfred sempat memanggil saya. Ketika itu Alfred menyampaikan jika akan ada seorang menteri yg akan mengunjungi tim ini. Alfred berkata jika dia menyarankan agar sebaiknya menteri tersebut tidak datang. Saat itu dia beralasan, ingin semua pemain untuk berkonsentrasi kepada pertandingan saja, tanpa ada gangguan dari pihak manapun. Dan saat itu saya menyetujuinya. Itu adalah salah satu wujud nyata dari sikap Alfred Riedl yg dalam hal ini, sangat menjaga dan melindungi pemain dari pihal manapun..

Sore harinya, seperti biasa kami mengadakan meeting untuk melihat video dari tim Malaysia, sekaligus untuk menganalisa kelebihan serta kelemahan mereka. Malam harinya, kami melakukan makan malam bersama pada jam 7:30 seperti biasa, setelah itu semua pemain kembali kekamar masing-masing untuk beristirahat. Selain peristiwa siang tadi (Rencana kedatangan seorang menteri), hari ini semua berjalan dengan lancar sesuai dengan yg telah dijadwalkan…

Palace Of The Golden Horses Hotel, Seri Kembangan, Selangor, Malaysia : 26 Desember 2010..

Hari ini sangatlah penting, hari ini adalah hari mengapa kami datang ke Malaysia, hari dimana kami akan bertarung dalam final pertama melawan tuan rumah Malaysia di stadion Bukit jalil..

Jadwal hari ini adalah:

- Sarapan pagi – 08:00

- Latihan ringan – 09:00

- Meeting untuk pertandingan – 11:45

- Minum petang dan snack ringan – 16:30

- Berangkat menuju stadion – 17:15

Dalam semua jadwal hari ini, tidak ada pengurus PSSI yg terlibat di dalamnya, kecuali assisten manager Pak Iwan Budianto, yg memang seharian penuh mendampingi kami. Kami baru bertemu dengan Pak Nurdin Halid, Pak Andi Darussallam, Pak Nirwan Bakrie dan pengurus yg lainnya sesaat sebelum memasuki bus menuju stadion, pada pukul 17:15. Jadi, boleh dikatakan sepanjang hari ini sampai dengan menuju pertandingan, tim ini steril dari pihak manapun, termasuk juga pengurus PSSI sendiri..

Mengenai pertandingan itu sendiri mungkin tidak perlu saya ceritakan di sini, karena dapat anda sekalian baca selengkapnya dalam artikel (Indonesia Masih Bisa : 2010). Mungkin saya hanya akan sedikit menambahkan, sebuah peristiwa yg terjadi setelah pertandingan berlangsung, tepatnya di ruang ganti pemain..

Saat Alfred kembali dari konferensi pers setelah pertandingan, Alfred sempat bertanya kepada saya. “Bambang apakah ketua umum tadi masuk keruangan ini..??” sayapun menjawab “Tidak coach”, Alfred pun kembali berkata “Saya sangat kecewa, mengapa dia datang ke ruang ganti hanya saat tim ini menang, dan saat kita kalah dia tidak datang kemari”, kata-kata Alfred tersebut saya yakin di dengar oleh semua orang yg ada di dalam ruangan tersebut…

Ketika itu, suasana ruang ganti memang sangat muram, semua orang nampak sangat menyesal dengan apa yg terjadi di lapangan tadi. Sesaat sebelum menutup doa, saya sempat menawarkan kepada Pak Andi Darussallam dan Pak Iwan Budianto, jika ingin menyampaikan beberapa patah kata sebelum saya menutup dengan doa. Akan tetapi pak Andi dan Pak Iwan hanya berkata, “Tutup saja, nanti kita ketemu lagi di hotel”. Terlihat jelas jika Pak Andi dan Pak Iwan sangat terpukul dengan kekalahan telak malam ini…

Tim ini tengah dalam keadaan g sangat tertekan dan retak. Maka sudah seharusnya jika diberikan motivasi, agar tim ini kembali mempunyai asa serta semangat untuk berjuang di pertandingan leg kedua. Dan karena Pak andi dan Pak Iwan memilih untuk berbicara di hotel, maka sayapun berinisiatif untuk berbicara di depan semua pemain, pelatih serta pengurus yg ada di dalam ruangan tersebut. Sebagai pemimpin dari tim ini, saya berkewajiban secara moral untuk memotivasi diri saya sendiri dan juga rekan-rekan saya. Dan inilah yg saya katakan saat itu, ( Artikel – Indonesia Masih Bisa : 2010);

“REKAN-REKAN KEKALAHAN INI HARUS BERHENTI DI RUANGAN INI. KITA TIDAK MEMERLUKAN PEMBAHASAN YG PANJANG MENGENAI APA YG TERJADI MALAM INI, TIDAK ADA SALING MENYALAHKAN TENTANG APA YG TERJADI DILAPANGAN TADI. KITA MENANG BERSAMA-SAMA DAN SUDAH SEHARUSNYA KITA JUGA KALAH BERSAMA-SAMA”

Sekembalinya di hotel, kamipun melakukan makan malam bersama. Setelah makan malam, saya berinisiatif untuk mengumpulkan pemain-pemain senior di kamar pak Iwan. Pemain-pemain yg hadir dalam ruangan tersebut adalah saya, Firman, Markus, Hamka dan Maman. Saat itu kami berdiskusi serta bertukar pendapat tentang apa yg terjadi diaas lapangan tadi, dan apa yg akan kita lakukan pada pertandingan di Jakarta nanti…

Saat itu Maman terlihat sedikit murung. Saya bisa menangkap jika dia merasa sangat bersalah, karena gol pertama Malaysia adalah kesalahan dia. Melihat hal tersebut, sayapun berbicara kepada Maman di depan semua yg ada di ruangan tersebut. “Man udah ngga usah di pikirin, semua pemain pasti pernah bikin kesalahan, dan mungkin hari ini pas aja giliran lo bikin salah”, Maman pun menjawab “Iya nih beng, suek bener gue hari ini. Gue pikir tadi bola itu udah keluar, tapi masih bisa di colong juga ama nomer 9 itu lagi”. Saya kembali berkata “Ya udahlah, yg penting sekarang adalah, lo jangan keliatan terlalu down Man. Karena akan berefek ngga bagus buat pemain-pemain yg lain. Kalo pemain-pemain senior aja down, bagaiman pemain-pemain yg masih junior. Gue tau kalo kesempatan kita untuk juara tipis, akan tetapi kita harus tetap menunjukkan kepada tim ini, kalo kita masih punya semangat untuk berusaha memenangkan partai di Jakarta Man”, “Iya,, iya benk siap…!!” jawab Maman singkat..

Di tengah serunya diskusi kami, tiba-tiba BBM saya menyala. Pak Iwan menyampaikan pesan jika Ketua Umum ingin bertemu dengan kami. Maka pesan tersebut segera saya balas dengan mengatakan, jika kami tengah berkumpul di kamar 476 dan siap menghadap. Akan tetapi Pak Iwan kembali mengirim pesan, jika Ketua Umum saja yg akan datang ke kamar 476. Maka sayapun menjawab “Siap..!!”

Saat itu, kami bersama Ketua Umum berdiskusi tentang kejadian di lapangan tadi, termasuk menanyakan langsung mengenai laser kepada Markus Horison. Pada kesempatan tersebut, saya juga sempat menanyakan sesuatu, yg menjadi point penting dalam email saudara Eli Cohen kepada Presiden RI. Saat itu saya bertanya demikian:

Saya : Mohon maaf ketua, saya ingin sedikit bertanya..

Ketua Umum : Silahkan Bambang, apa yg ingin kamu tanyakan..??

Saya : Mengapa tadi bapak tidak datang ke ruang ganti setelah pertandingan..?? Padahal kami mengharapkan kedatangan bapak untuk memberi motivasi kepada tim rekan-rekan saat kami kalah..

Ketua Umum : Begini dek, sebenarnya saya ingin datang ke ruang ganti. Akan tetapi karena saya tidak memiliki id card, maka ditahan oleh penjaga di pintu masuk lorong ruang ganti.

Saya : Oh begitu pak ceritanya, karena alangkah sebaiknya jika bapak tadi datang dan berbicara kepada pemain..

Ketua Umum : Iya,, iya saya tau, akan tetapi maaf karena saya memang tidak di perkenan masuk. Tapi saya janji, nanti di Jakarta saya kan bertemu langsung dengan kalian semua..

Mengapa percakapan diatas, saya katakan kunci dari email saudara Eli Cohen yg di kirim kepada Presiden. Di dalam email, di sebutkan jika NH (Nurdin Halid) masuk keruang ganti dan menginstruksikan kepada pemain untuk mengalah dalam pertandingan tersebut. Bagaimana Ketua Umum PSSI tersebut dapat memasuki ruang ganti dan memberi instruksi, jika beliau tidak memiliki id card. Dan memang pada kenyataannya, beliau memang tidak pernah sekalipun memasuki ruang ganti, selama pertandingan tersebut berlangsung..

Palace Of The Golden Horses, Seri Kembangan, Selangor, Malaysia : 27 Desember 2010..

Tidak ada hal special yg terjadi hari ini. Kami bangun pukul 06:00 pagi dan langsung melakukan sarapan bersama pada pukul 06:30. Pada pukul 07;15 kami berangkat menuju bandara untuk kembali terbang ke Jakarta. Pesawat sendiri bertolak kembali ke Jakarta pada pukul 09:00 waktu Malaysia…

Logika saya mengatakan, tidak mungkin seorang pengurus dapat mengatur sebuah pertandingan tanpa adanya campur tangan dari pemain yg bermain, atau wasit yg memimpin pertandingan itu sendiri. Sedangkan dari sisi pemain sendiri, secara pribadi saya tidak pernah mendengar isu atau instruksi dalam bentuk apapun, untuk mengatur pertandingan tersebut. Dan apakah anda juga yakin, jika wasit yg memimpin pertandingan malam itu mau berperilaku kotor, dengan mengatur hasil pertandingan tersebut. Sedangkan saya yakin jika penyelenggara dalam hal ini AFF, pasti memiliki standarisasi yg cukup tinggi untuk memilih seorang wasit, apalagi untuk sebuah partai final…

Dengan segala penjabaran saya diatas, tuduhan tersebut kok rasanya terkesan sangat mengada-ada dan terlalu di buat-buat. Saya sendiri tidak mengerti secara pasti, apa kira-kira motivasi dari si penyebar isu murahan tersebut. Akan tetapi satu hal yg pasti, isu tersebut tidak hanya memukul PSSI sebagai induk organisasi, akan tetapi juga memukul seluruh anggota tim nasional Indonesia, dalam hal ini para pemain dan seluruh staf pelatih. Sejujurnya, malam itu kami memang tampil tidak maksimal. Akan tetapi rasanya, terlalu picik jika ada orang-orang yg berpikiran jika kami tega mengorbankan harkat dan martabat bangsa, dengan menjual pertandingan tersebut…

Sejujurnya boleh dikatakan, saya juga termasuk orang yg tidak puas dengan kinerja dari organisasi bernama PSSI. Akan tetapi dengan menyebarkan isu seperti diatas, kok rasanya orang yg bersangkutan tidak lebih baik dari seorang pengecut, yg tidak berani bermain secara fair. Menurut pendapat saya, isu tersebut sangatlah kejam dan tidak manusiawi…

Kekalahan itu sendiri sudahlah menjadi sesuatu yg sangat menyakitkan bagi bangsa ini, kenapa lagi harus ditambah dengan sebuah berita yg tidak jelas dari mana asal muasalnya, serta belum tentu juga dapat dipertanggungjawabkan…

Seperti yg pernah saya sampaikan dalam interview saya bersama majalah Rolling Stone Indonesia: “Sepakbola akan sangat indah jika di biarkan murni sebagai sebuah olahraga, tanpa ada embel-embel apapun”. Biarkanlah olahraga bernama sepakbola tersebut, terbebas dari isu-isu politik, persaingan bisnis atau dendam pribadi…

Saya rasa kita semua di beri anugerah oleh sang pencipta, sebuah daging kecil bernama hati. Dimana hati tersebut, berfungsi sebagai alat kontrol terhadap nilai-nilai kepantasan dari hal-hal yg kita lakukan. Oleh karena itu di akhir artikel ini, perkenankanlah saya untuk sedikit bertanya kepada seseorang, yg dengan sengaja menyebarkan isu yg “SANGAT MEMALUKAN” tersebut…

APAKAH ANDA JUGA MEMPUNYAI HATI…???



Selasa, 18 Januari 2011

Pengertian Android (sistem operasi)





Banyak yang bertanya apakah itu Android? Kebanyakan orang mengira bahwa Android adalah merk sebuah ponsel, ponsel genggam. Padahal, Android adalah sebuah sistem operasi berbasis Linux yang dapat dibenamkan di dalam perangkat telepon genggam maupun tablet PC.
lebih mudah nya untuk dimengerti, sistem operasi Android ini bisa di pakai di ponsel-ponsel yang mendukung sistem operasi Android itu sendiri. Tapi tidaj semua ponsel bisa, karena mereka memiliki OS sendiri. Seperti Nokia yang memakai sistem operasi Symbian, Samsung yang beberapa ponsel nya memakai OS Bada, Blackberry dengan OS Blackberry nya, dll.
Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya.

Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.

Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.

Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).


Android sendiri sudah mengeluarkan beberapa versi OS nya dengan nama yang unik-unik. :)
Berikut ini adalah beberapa versi OS Android :

Versi 1.5 Android Cupcake
Versi 1.6 Android Donut
Versi 2.1 Android Eclair
Versi 2.2 Android Froyo ( frozen yoghurt)
Versi 2.3 Android Gingerbread
Versi 3 Android Honeycomb

Sekian informasi menganai Sistem Operasi Android. Semoga bermanfaat. :D

Selasa, 04 Januari 2011

Fakta Gelang Power Balance

Akal-akalan Gelang Keseimbangan


Situs Power Balance mendadak kebanjiran pengunjung hari ini. Akibatnya, situs produsen gelang keseimbangan yang mahal itu sulit dibuka. Ada apa gerangan?
Adalah halaman iklan berisi koreksi di http://powerbalance.com/australia/ca, yang dibanjiri tautan dari mana-mana, seperti situs Gizmodo, Reddit, hingga berbagai forum di berbagai negara. Pasalnya, di halaman itu, Power Balance membuat pengakuan bahwa klaim ajaib gelang tangan itu adalah bohong belaka.
"Dalam iklan, kami menyatakan bahwa gelang tangan Power Balance meningkatkan kekuatan, keseimbangan dan fleksibilitas Anda. Kami mengakui bahwa tak ada bukti ilmiah kredibel yang mendukung klaim kami," demikian pernyataan di situs itu, yang dilanjutkan dengan mengakui pelanggaran undang-undang praktek perdagangan.
Power Balance juga menawarkan opsi pemulangan uang yang sudah dibayarkan untuk produk mereka. Caranya, kunjungi situs mereka (yang masih sulit diakses), atau menghubungi nomor tertentu. "Penawaran (pengembalian uang) berlaku hingga 30 Juni 2011."
Pengakuan Power Balance itu diumumkan setelah tekanan dari Komisi Konsumen dan Kompetisi Australia, Desember lalu. Selain di situs sendiri, mereka juga mengumumkannya di media Australia. Sebelum ini, produsen gelang itu diserang oleh asosiasi konsumen di berbagai negara Eropa karena klaim tak masuk akal tadi. Menurut situs Gizmodo.com, agaknya ini adalah pertama kalinya sebuah badan berwenang memaksa mereka mengakui bohongnya klaim itu.
Di Italia pun, otoritas mendenda Power Balance sebesar 300 ribu Euro karena tak punya bukti ilmiah atas klaim mereka.
Gelang Power Balance mengklaim menggunakan teknologi holografik yang mempengaruhi energi alamiah tubuh. Terdengar aneh, memang. Tapi tampaknya itu terhapus oleh pemasaran viral dan tren yang dimulai dari atlet dan seleb. Meski harganya ratusan ribu rupiah, tetap saja laku.
Nah, buat Anda yang memakai gelang Power Balance di tangan, segera copot gelang itu sebelum ditertawakan lebih banyak orang. Jangan lupa, ada opsi uang kembali. Manfaatkan segera!
Ini juga bisa kembali menjadi peringatan bagi Anda yang memakai kalung-kalung maupun gelang-gelang tertentu dengan klaim serupa. Mari, gunakan akal sehat.
Dodi IR; foto: Jordan Strauss/WireImage.com

Jumat, 31 Desember 2010

Timnas Indonesia, Menang tapi kalah


Ya, judul yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi kemarin tanggal 291210 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kecewa berat, itu pasti. Kita menang 2-1 di final leg 2 tapi tidak bisa Mengejar ketertinggalan kita 3-0 pada leg 1 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tapi dibalik kegagalan timnas merengkuh trofi AFF 2010, ada beberapa hal positif yang bisa kita ambil. Yaitu, antara lain :
1. Kita gagal juara, tp penonton n supporter kita gak rusuh (dewasa)
2. Semangat Nasionalisme dan persatuan kita bangkit lagi bersama-sama perjuangan anak2 timnas kemarin.
3. Mulai banyak cewek-cewek yang gila bola dan berani datang nonton langsung ke stadion. Gak cuma cewek-cewek muda aja, yang tua juga. Dan tidak lupa anak-anak pun turut serta. :D
4. Euforia timnas sepanjang Piala AFF 2010 banyak menaikan taraf hidup orang banyak loh. Contohnya seperti tukang sablon baju, tukang jualan baju bola n aksesoris bola, tukang buah2an, tukang jual minuman, dan masih banyak lagi deh! :)

Yah, semoga saja semangat ini tidak padam begitu saja.
Semoga juga ini menjadi sinyal dari kebangkitan kembali sepakbola di Tanah Air kita yang tercinta ini, Indonesia.

Terima Kasih skuad timnas Indonesia Piala AFF 2010, Good Job! Jangan putus asa, perjalanan kita masih panjang! :)
Kita selalu ada di belakang mu, Garuda...


Senin, 27 Desember 2010

Emang Kenapa kalau Saya CINA?! Anda keberatan?! (NO SARA)

Silahkan dibaca dulu, jangan langsung memberikan komentar sebelum membaca bacaan di bawah ini.

“Mama ngga suka kamu bergaul dengan orang pribumi!” ucap nyokap gua ketika gua menghempaskan tubuh di sofa yang ada di ruang keluarga. Gua hanya diam. Lagi dan lagi mama mempermasalahkan sesuatu yang menurut gua bukan sebuah masalah apa lagi sebuah malapetaka yang sangat berbahaya. “Ma… Kenapa sih mama harus melihat dan menilai seseorang dari sukunya?” gua bertanya dengan penuh hati-hati sambil menatapnya. “Pokoknya mama ngga suka. Titik!” Balasnya lalu meninggalkan gua sendiri. Ah… Mama gua masih menyimpan dendam yang berbalut sebuah kemarahan.

Gua masih ingat kerusuhan mei 1998 yang merupakan kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada 13 Mei – 15 Mei 1998 dan juga terjadi di beberapa daerah lain. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998 Elang Mulya, Hafidin Royan, Hendriawan Sie danHery Hartanto, empat Mahasiswa Trisakti, Jakarta yang gugur dalam Tragedi Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998. Banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa, terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa. Ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai, dianiaya secara sadis, kemudian dibunuh. Dalam kerusuhan tersebut, banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. Tak hanya itu, seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan, bernama Ita Martadinata Haryono, yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun, juga diperkosa, disiksa, dan dibunuh karena aktivitasnya. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis, tak hanya sporadis.

Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan “Milik pribumi” atau “Pro-reformasi”. Hal yang memalukan ini mengingatkan seseorang kepada peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi. Waktu itu gua masih 10 tahun. Masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Gua tidak akan pernah lupa wajah koko, cici dan papa gua yang menjerit minta tolong. Dari balik jendela kamar gua melihat mereka dihabisi tanpa belas kasihan. Cici gua ditarik lalu ditelanjangi dan diperkosa secara bergilir! Sementara koko dan papa gua yang tak berdaya diikat didalam mobil yang kemudian dibakar. Ketiganya meninggal dunia dengan sadis ketika hendak masuk ke dalam rumah. Gua melihat wajah mama hanya menangis. Toh, yang menjadi korban bukan hanya keturunan Tionghoa saja. Ada juga tuh toko, rumah atau mobil milik kaum pribumi yang dirusak, dijarah atau dibakar. Satu hal yang pernah papa gua ajarkan ke gua adalah “jangan membalas kejahatan dengan kejahatan dan kasihi musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu serta berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.” Itu alasan kenapa setelah tamat SMP, gua memutuskan untuk masuk ke SMA Negeri. Meski awalnya, mama tidak setuju. Setiap kali gua dipanggil “si mata sipit” atau “si anak Cina”, gua hanya tersenyum. Lambat laun gua lebih banyak memiliki teman pribumi daripada keturunan Tionghoa.

Berlanjut sampai saat ini dimana gua kuliah di salah satu Universitas swasta terkenal di bilangan Jakarta Barat. Gua tahu kalau mama gua masih dendam dengan kaum pribumi. Tapi bagi gua ngga ada gunanya menyimpan dendam. Bukankah memelihara dendam karena orang lain menyakiti hati kita adalah seperti menelan racun sambil berharap orang lain yang akan mati. Bagi gua kerusuhan mei 1998 bukan masalah kaum pribumi membenci keturunan Tionghoa. Tapi individu-individu yang ‘kehilangan’ hati nuraninya. Bukan tugas gua untuk menghakimi mereka. Kalau pun pemerintah tidak atau belum mengambil tindakan apa-apa kepada para provokator alias biang kerusuhan tersebut, ada Yang Maha Kuasa yang akan menghakimi dan menghukum mereka kelak. Hari ini gua bersama beberapa beberapa teman gua berkumpul di rumah salah satu teman untuk mempersiapkan unjuk rasa damai sebagai ketidaksetujuan kami akan niat Pastor Terry Jones untuk membakar Al-Quran. Meski gua seorang nasrani tapi bukan berarti gua setuju dengan tindakan Pastor Terry Jones.

Gua sering menemukan, kalau di satu Gereja di luar Gereja Katolik. Kalau Gembala atau pendetanya keturunan Tionghoa maka bisa dipastikan mayoritas jemaatnya adalah keturunan Tionghoa juga dan sebaliknya. Tapi ngga semuanya loh! Kalau jalan ke mal, gua juga akan menemukan hal yang sama. Gua kalo jalan-jalan ke Taman Anggrek Mal, Citra Land, Puri Mall, Pluit Junction Mal atau Centrak Park Mal , serasa ada di Singapura. Dimana-mana keturunan Tionghoa. Berbeda kalau gua ke Pasar Tanah Abang, Blok M, Grand Indonesia Mal, Pondok Indah Mal atau Cilandak Town square. Biasanya penonton bioskop XXI dan Blitzmegaplex adalah keturunan Tionghoa, Bule, Timur tengah atau India, jarang pribumi. Sementara bioskop 21 didominasi oleh penonton kaum pribumi. Tanya kenapa? Gua juga ngga tau.

Sejujurnya gua rindu sosok seperti Almarhum Gusdur yang tidak mempermasalahkan perbedaan. Bukan hanya sekadar opini tapi dibuktikan dengan tindakan nyata. Ah, Siapa gerangan yang akan tampil seperti sosok beliau?

“Eh, Cina! Ngapain loe ikut-ikutan?” tanya salah seorang yang belum gua kenal. Mungkin dia temannya teman gua. Atau anak dari kampus lain sehingga gua ngga mengenalnya demikian juga sebaliknya. ” Asal loe tau aja, gua emang Cina! Tapi gua orang Indonesia karena gua lahir di Indonesia,” ucap gua dengan tegas dan berusaha berbicara dengan nada bersahabat. Ini bagian yang gua paling suka. Kalo ada individu yang menyerang gua karena gua keturunan Tionghoa maka mulut gua akan komat-kamit dengan sejarah.

“Loe kenal Soe Hok Gie yang ikut mendirikan MAPALA UI? Dia menulis kritik-kritik yang keras dikoran-koran, bahkan kadang-kadang dengan menyebut nama. Dia pernah mendapat surat-surat kaleng yang antara lain memaki-maki dia sebagai “Cina yang tidak tahu diri, sebaiknya pulang ke negerimu saja”. Dia berjuang untuk Indonesia dengan caranya sendiri. Gie pernah mengatakan patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Dan itu yang gua lakukan sekarang! Jadi jangan mempermasalahkan kehadiran gua disini hanya karena gua keturunan Tionghoa.” Gua diam. Ah… Kenapa banyak yang melihat fisik gua? Bukan patriotisme dalam diri gua?

Gua melangkah pergi lalu mencari ruang untuk menyendiri. Air mata gua jatuh. Gua menangis bukan karena gua sering dijuluki “si anak cina”. Empat jam yang lalu. “Michael… Hubungan kita harus berakhir!” ucap Amelia lewat handphone. “Kamu ngga sedang bercandakan?” “Aku serius!” “Tapi kenapa? Kita sudah dua tahun jadian dan kita sudah saling mengenal antara satu sama lain.” “Karena kamu cina dan aku pribumi!” Ah…. Gua benci bagian ini. Keluarga Amelia tidak bisa menerima gua hanya karena gua Cina. Sementara mama dan keluarga gua ngga bisa menerima Amelia hanya karena dia pribumi meski kami memiliki keyakinan yang sama. Kenapa Tionghoa harus menikah dengan Tionghoa dan pribumi dengan pribumi? Gua emang keturunan cina 100% karena kakek buyut gua datang langsung dari negeri bambu sono, tapi maaf, gua bukan orang orang Cina karena gua lahir di Indonesia, gede, makan sampai buang hajat di Indonesia. Darah gua merah, semerah darah orang Indonesia dan tulang gua putih, seputih kaum pribumi.

Ngga ada yang salah, baik itu Cina, Jawa, Batak atau suku lainnya. Otak kita semua yang salah. Mentang-mentang ada orang Cina belagu sedikit, langsung dicap “Orang sipit begitu yee”, padahal temen satu ras yang jauh lebih sombong didiemin saja… Mentang-mentang pribumi itu malas “Orang sini kayak gitu yaa”, padahal temennya satu ras yang jauh lebih malas ngga diapa-apa! Ini bukan masalah Chinese, Batak, Ambon, jawa, atau suku… Ini masalah sifat dan perilaku… Malas, sombong, mental kacung, dan sebagainya itu SIFAT, bukan RAS… Orang Cina juga ada yang malas, orang pribumi juga ada yang rajin. Ngga semua orang Cina itu kaya secara materi, ada kok yang menjadi nelayan, petani, buruh bahkan pedagang kaki lima. Ngga percaya? Telusuri aja di Bangka Belitung, Kalimantan seperti singkawang atau di daerah Banten.

Pembedaan lain dari segi bahasa biasanya memakai istilah Cina totok dan Cina Peranakan. Cina peranakan adalah orang cina yang lahir di Jawa, tetapi tidak bisa berbahasa Cina, sedangkan Cina Totok adalah Orang Cina yang baru datang dari Cina dan tidak bisa berbahasa Indonesia.

Setahu gua juga, golongan Tionghoa turut memfasilitasi terjadinya Sumpah Pemuda, dengan dihibahkannya gedung Sumpah Pemuda oleh Sie Kong Liong dan ada beberapa nama dari kelompok Tionghoa sempat duduk dalam kepanitiaannya itu, antara lain Kwee Tiam Hong dan tiga pemuda Tionghoa lainnya.

Sin Po sebagai koran Melayu Tionghoa juga sangat banyak memberikan sumbangan dalam menyebarkan informasi yang bersifat nasionalis. Lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh W.R. Supratman pertama kali dipublikasikan oleh Koran Sin Po. Sebelumnya, Pada 1920-an harian Sin Po memelopori penggunaan kata Indonesia bumiputera sebagai pengganti kata Belanda inlander di semua penerbitannya. Langkah ini kemudian diikuti oleh banyak harian lain. Sebagai balas budi, semua pers lokal kemudian mengganti kata “Tjina” dengan kata Tionghoa. Pada 1931 Liem Koen Hian mendirikan PTI, Partai Tionghoa Indonesia dan bukan Partai Tjina Indonesia.

Pada masa revolusi tahun 1945-an kita menyaksikan perjuangan Mayor John Lie yang menyelundupkan barang-barang ke Singapura untuk kepentingan pembiayaan Republik. Selain itu ada pula tokoh lain seperti Djiaw Kie Siong memperkenankan rumahnya di pakai untuk rapat mempersiapkan kemerdekaan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 16 Agustus 1945. Di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang merumuskan UUD’45 terdapat 5 orang Tionghoa yaitu; Liem Koen Hian, Tan Eng Hoa, Oey Tiang Tjoe, Oey Tjong Hauw, dan Drs.Yap Tjwan Bing. Liem Koen Hian meninggal dalam status sebagai warganegara asing, padahal ia ikut merancang UUD 1945. Dalam perjuangan fisik sebenarnya banyak pahlawan dari Tionghoa yang terjun namun sayangnya tidak banyak dicatat dan diberitakan. Tony Wen adalah orang yang terlibat dalam penurunan bendera Belanda di Hotel Oranye Surabaya.


Kita semua lahir di indonesia, tumbuh di indonesia, dibesarkan di indonesia, makan dari hasil tanah indonesia, bahasa yang kita pakai bahasa indonesia, tanah yang kita pijak tanah indonesia, kita berwarga negara indonesia… Kenapa harus mempermasalahkan Cina dan pribumi ?

Dari kejauhan gua mendengar sebuah lagu yang mengudara lewat radio.

Siapa tidak mengakui perbedaan
Tidak pernah diajari di skolahan
Semua orang macam2 diciptakan
Cakep atau jelek smua punya perasaan

Ada orang Batak, ada orang Jawa
Ada orang Ambon, ada juga orang Padang
Ada orang Menado, ada orang Madura
Ada orang Papua, nggak disebut jangan marah

* Apakah yang dapat menyatukan kita
salah satunya dengan musik
Dangdut is the music of my country

Reff :
Dangdut is the music of my country, my country, of my country
Dangdut is the music of my country, my country, of my country
Aaaaa, oh my country

Kalo ngaku ngerti tentang persatuan
Mengapa adu domba mudah dilakukan
Kenapa smua mudah hilang kesabaran
Kenapa smua mudah diprovokasikan

Ada kulit hitam, ada kulit putih
Ada rambut panjang, ada juga rambut keriting
Ada mata besar, ada mata sipit
Ada orang kaya ada juga orang miskin

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5263711

271210- Timnas & Indonesia

Masih kecewa dengan kekalahan Timnas Indonesia vs Malaysia kemarin di Kuala Lumpur. Kita kalah 3-0 sama Harimau Malaya. Walaupun kita sedikit di curangin pake laser dari 5 penjuru, harus diakui, Malaysia bermain lebih baik.
Ada beberapa mitos sih atas kekalahan timnas kita. Pertama, ada yg bilang kalau biang buruk nya permainan Okto, Maman, dan Yongki adalah mereka megang piala sebelum bertanding. Padahal, kata nya kalau megang piala nya bisa kalah n ketiban sial kata nya. Tapi siapa yang tau juga…
Kedua, Timnas kita terlalu di “politisasi” dengan kegiatan2 non-olahraga yang gak penting! Contohnya, jamuan makan di rumah Abdurizal Bakrie, undangan doa bersama di pesantren mana gt kmrn, yg ujung2 nya doa nya jd gak kusyuk gara2 pada rebutan foto sama pemain-pemain timnas.
Ya tampak nya timnas Indonesia lagi dimanfaatin sama tokoh2 politik kita yg licik dan picik.
Coba tengok final Piala AFF 2010 leg pertama kemarin 26/12/10 di Kuala Lumpur. Tiba-tiba ada spanduk besar yang terpampang di stadiaon Bukit Jalil. Gambar nya ya tokoh2 politik besar kita seperti Pak SBY, Abdurizal Bakrie, Hatta Rajasa, dan juga si kopet ketua umum PSSI yang katrok itu, Nurdin Halid.
Saya gak anti politik sih, tapi tokoh politik yang disebutin diatas, menurut saya, kopet semua… Hahaha :D
Hal lain nya, yang membuat konsentrasi timnas terpecah ya sorotan media yang berlebihan. Tiba2 timnas kita terlihat dan muncul di acara-acarae infotainment di tipi2.
Macam selebritas pula, yang dibahas gak jauh2 dari wajah tampan Irfan Bacdhim dan Christian Gonzales. Tak lupa Markus Haris Maulana suami nya Kiki Amalia.
Bahkan berita timnas kita mampu mengubur berita2 mengenai kasus Century, Gayus, loh….
Padahal, penjualan tiket pertandingan saja kacau dan ricuh. Dan lagi2 Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang menjadi korban nya.

Hah! Yang saya prihatin adalah… Bangsa kita tiba-tiba demam sepakbola, demam timnas. Atau lebih tepat nya “mendadak timnas”.
Bayangkan saja, Jersey timnas Indonesia di outlet2 Nike habis terjual. Padahal harga nya mahal, 600rb loh. Apalagi baju2 bajakan nya. Yang KW Thailand, KW super, KW 1, dst. Orang-orang berlomba-lomba memakai atribut timnas. Bahkan baju timnas yg diluar sana harga nya 45rb, masuk ke mall dihargai jadi 150rb pun ludes habis!
Lalu yang menjadi pertanyaan, kemana saja persepakbolaan kita selama ini? Kenapa baru sekarang?
Wanita-wanita menggilai Irfan Bachdim dengan mata nya yang bikin “meleleh” kalau kata para wanita. Ibu-ibu rela panas-panasan demi nonton timnas latihan.
Timnas Indonesia menjadi Trending Topic di Twitter hampir sepanjang pergelaran Piala AFF 2010 ini.
Foto mesra Rahma Azari menjadi perbincangan di Indonesia dan Filipina menyusul aksi mesra nya dengan pelatih Filipina asal Inggris, McMenemy itu.

Mungkin kita juga terlalu larut dalam euforia naturalisasi. Setelah Christian Gonzales dan Irfan Bachdim, menyusul Kim Jeffrey Kurniawan. Isu nya, PSSI mau nambah lagi buat bek timnas. Bagaimana dengan kesempatan pemain lokal??
Ah, ini hanya akal busuk PSSI saja agar kebobrokan di dalam tubuh PSSi tertutupi.
Saya salut pada orang2 yang berbicara lantang, “NURDIN TURUN!”.
Saya pun mendukung hal itu.
Revolusi PSSI adalah hal yang harus kita lakukan.
Agar persepakbolaan kita bisa maju…
Dan yang terpenting, GARUDA DI DADAKU. :)